Artikel
Rocket stove, Inovasi Mahasiswa KKN-R Tim 53 Universitas Diponegoro untuk Pengelolaan Sampah Desa Menjangan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim 53 Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi Rocket stove sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Menjangan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Program ini dilaksanakan sebagai respon atas permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan di tingkat desa, khususnya praktik pembakaran sampah terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan masyarakat.
Rocket stove merupakan teknologi tepat guna berbasis sistem pembakaran terkontrol yang dirancang untuk meminimalkan asap dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Melalui penerapan alat ini, sampah rumah tangga, khususnya sampah organik kering, dapat dikelola secara lebih aman dan ramah lingkungan. Kehadiran Rocket stove diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program Rocket stove dijalankan oleh mahasiswa KKN-R Tim 53 Universitas Diponegoro yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Kolaborasi multidisiplin ini memungkinkan program dirancang tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, edukatif, dan keberlanjutan. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam proses perancangan, pembuatan, hingga sosialisasi penggunaan Rocket stove.
Proses pelaksanaan program diawali dengan observasi kondisi lingkungan dan kebiasaan pengelolaan sampah masyarakat Desa Menjangan. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, tim KKN kemudian merancang Rocket stove yang sederhana, mudah dioperasikan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Pembuatan alat dilakukan secara gotong royong, diikuti dengan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan Rocket stove kepada warga.
Warga menilai bahwa Rocket stove menawarkan cara baru dalam mengelola sampah yang lebih praktis dibandingkan metode pembakaran konvensional. Selain menghasilkan asap yang lebih sedikit, abu sisa pembakaran juga dapat dimanfaatkan kembali, sehingga limbah yang dihasilkan menjadi lebih minimal.
Perangkat Desa Menjangan turut mengapresiasi pelaksanaan program ini. Menurut mereka, Rocket stove menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan desa dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah desa secara berkelanjutan.
Melalui program Rocket stove, mahasiswa KKN-R Tim 53 Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Program ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat bahwa perubahan menuju lingkungan yang lebih baik dapat dimulai dari langkah sederhana dan kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa.
Libur dan Cuti Bersama
Rapat Penetapan APBDes Tahun Anggaran 2026 Desa Menjangan
Pendampingan Digitalisasi UMKM, Peran Mahasiswa KKN-R Tim 53 Dorong Daya Saing Usaha Konveksi Desa Menjangan
Edukasi Origami, Inisiatif Mahasiswa KKN-R Tim 53 Latih Motorik dan Kreativitas Anak Desa Menjangan
Penguatan Kapasitas Hukum UMKM, Upaya Mahasiswa KKN-R Tim 53 Dukung Legalitas Usaha Desa Menjangan
Edukasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga, Peran Mahasiswa KKN-R Tim 53 Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
Modul Rocket Stove, Inisiatif Mahasiswa KKN-R Tim 53 Dukung Pemanfaatan Alat yang Aman dan Berkelanjutan
sertijab Ketua RT dan RW Desa Menjangan Masa Bhakti 2025 - 2030
Malam Tirakatan HUT RI ke-80 di Desa Menjangan, Bojong, Kabupaten Pekalongan
Penyaluran Bantuan Beras Bulog
Mutasi Jabatan
Karnaval Desa Menjangan
Lelang Bengkok
Hari Pahlawan Nasional

